"Jangan sekali-kali meremehkan sesuatu yang kecil"
Terpasanglah kayu yang di dalamnya terdapat Rayap bersarang di perahu. Perahupun siap untuk bertarung dengan keganasan Samudra.
[]--------------[]
udah dulu ea, billing mata gw tinggal beberapa menit lagi abis.....
mudah-mudahan bermanfaat umumnya bagi kita khususnya gw sendiri.Amien
![]() |
| Gambar nyari di Google |
Bermula dari seorang guru gw yang bercerita. Beliau memulai dengan bertanya kepada semua muridnya,
"Anak - anak, bahaya atau tidak jikalau kita ingin membuat sebuah perahu dengan sebuah kayu terdapat 1 ekor rayap ?, tanya guru.
murid - murid ribut menjawab pertanyaan sang guru.[termasuk gw]
"Sudah -sudah, diam semuanya, bapa akan menceritakan sebuah kisah"
"yeeeeeeee.....", murid -murid riang [ coz, nge-BT-in klo harus belajar formal]
Dahulu kala, di pesisiran pantai di sebuah negara, terdapat 2 pemuda pengerajin perahu, sebut saja Abud dan Mogu, mereka pengerajin yang pandai, cekatan, rajin, baik hati, selalu menolong warga yang kesulitan, dapat dipercaya, dll. Tak heran jika meraka selalu mendapatkan orderan dari berbagai daerah.
Suatu hari mereka membuat perahu yang di pesan seorang saudagar kaya, hanya beberapa bagian saja yang belum terselesaikan karena mereka kekurangan bahan. Didaerahnya, terdapat aturan "Dilarang menebang pohon sembarangan", oleh sebab itu mereka mencari ke semua tukang kayu yang berada di daerahnya, tetapi hasilnya nihil.
"Ya Allah, tolonglah kami."
Sambil bermunajat dan tak ada kata putus asa, mereka mencari kesana kemari, dan akhirnya menemukan toko kayu yang cukup berumur.
"Permisi apakah ada kayu yang masih terjual disini?"
"Ada. Kalian bisa memilih sendiri.", Ujar kakek yang cukup berumur
"Alhamdulillah, Mogu kau yang memilih."
"Itu urusanku."
Hanya beberaapa menit saja mereka telah memborong semua kayu. Dan lekas berlalu. Setelah sampai di rumah meraka tak mau berdiam diri, hanya sekedar minum langsung menyelesaikan proyek perahunya. Tinggal beberapa bongkah kayu, pekerjaannya selesai. Bongkahan demi Bongkahan kayu telah terpasang kokoh, dan hanya menyisakah satu bongkah kayu yang berlubang dan sedikit keropos.
![]() |
| Gambar nyari di Google |
"Mogu, kayaknya kita harus kembali ke tukang kayu yang tadi deh, kuduga terdapat seekor rayap yang masih bersarang di kayu ini."
"Masa kita harus kembali ke Kakek itu! Jarak antara kita dan Kakek itu sayngatlah jauh, fikirkanlah!" dengan suara yang sedikit keras.
"Tapikan? Nantinya akan membahayakan seluruh awak kapal, apa aku buang saja kayu ini dan kembali ke kakek tersebut." kata Abud
"Silahkan!!! kau hanya membuang-buuang waktuku saja. Apa susahnya sih memasang kayu ini, kamu kan sudah ahli!" kesal Mogu
"Baiklah akan kuturuti kemauanmu."
Hari demi hari berlalu, bulan silih berganti,1 tahun telah terlewati, perahu masih berjaya mengarungi samudra dan satu rayap kini mencapai ratusan bahkan ribuan rayap dan menggerogoti isi kayu. Ketika mencapai umur ke 2 Tahunnya, Perahu sedang bertarung dengan badai di samudra, karena ombak begitu ganas, lambung perahu rusak, akibat isi kayu yang telah di lahap oleh rayap-rayap. Air masuk kedalam lambung perahu, memenuhi seluruh perahu. Dan akhirnya perahu pun tak sanggup lagi tuk berlayar bersama pemiliknya.
![]() |
| Gambar nyari di Google |
"Begitulah kisahnya anak - anak tentang perahu yang tenggelam akibat suatu kesalahan kecil." Ujar guru ketika menyelesaikan ceritanya.
"Lagiiiii,,, pakk......., cerita lagiiii."
"Sudah, Sebentar lagi waktu bapak habis."'
" yahhhhh...." murid - murid memasang wajah kecewa [kalau gw masang senyum 180O trus, berkata "yes, akhirnya udahan deh, abis gurunya Killer sewh",hha]
[]---------------[]
Sobat, dari cerita diatas kita bisa menyimpulkan bahwa "Sesuatu yang besar bermula dari yang paling terkecil.". jadi 'Gapailah mimpi - mimpi besar dengan menyusun mimpi - mimpi yang kecil', seperti apa? misalkan kita berharap kita menjadi Presiden, langkap awal ialah menjadi Ketua Kelas, naik level menjadi ketua OSIS, naik lagi dan lagi, seiring dengan berjalannya waktu....
Nah, makadari itu jangan selalu meremehkan hal yang menurut kita Mudah, bisa - bisa itu menjadi sebuah bumerang bagi kehidupan kita. Mungkin kita tidak pernah menduga apakah jalan ini baik atau buruk, janganlah kita membiasakan diri di jalan yang salah [walaupun kita masih tersesat untuk mencapai jalan kebaikan umumnya buat kita khususnya buat gw yang masih belum menemukan jati diri sendiri].
Kita diajarkan kebaikan dari kecil, MENGAPA?, karena tak lain hanya untuk membiasakan diri kita berakhlak baik ketika dewasa nanti. Wajar saja kalau kedua orang tua menasihati kita jika salah, karena mereka mempunyai tujuan yang baik, "Agar anaknya baik dan dapat mendo'akan mereka ketika mereka telah tiada."itu doang, mungkin selebihnya harapan agar anaknya menjadi sang ahli, bla...bla...bla....
tetap saja intinya yang itu.
Gw gk habis pikir, tentang anak - anak seumuran gw, yang kerjaannya suka TAWURAN....
Gw mau nanya "Apa sih manfaatnya?", "Emang mereka gak mikir kalau mereka menjadi objek?" GK kan!!!
Kita tuh sebenarnya harus mikir, ortu udah banting tulang untuk anaknya sekolah, ekh pas tahu anaknya ikutan TAWURAN apa gak sakit HATI ortu,.?? [hosh...hosh...hosh.... emosi gw, sabar...sabar]
Kita bener-bener harus merubah pola pikir kita yang masih kekanak-kanakan, yang gak mau kalah oleh siapapun dengan menggunakan 1000 cara,"Dimulai dari sekarang, kita rubah yuk prilaku kita, yang tadinya buruk menjadi baik, dan jangan lupa do'akanlah selalu kedua orang tua kita agar senantiasa dilindungi oleh Allah SWT,kemudian dipanjangkan umurnya, dimudahkan diberkahkan dilancarkan dalam mencari rezeki, dsb.Amien."
[]--------------[]
udah dulu ea, billing mata gw tinggal beberapa menit lagi abis.....
mudah-mudahan bermanfaat umumnya bagi kita khususnya gw sendiri.Amien
Pagi, 2:35 WIB
Selasa, 16 Oktober 2012
Joenior Felix



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan Berkreasi dengan Imajinasimu